Tidur larut malam sering dilakukan oleh generasi muda karena aktivitas digital. Namun, peneliti gaya hidup menegaskan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak serius.
Menurut ahli nutrisi Rika Mulyani, kurang tidur dapat mengacaukan hormon. “Tubuh manusia membutuhkan waktu istirahat untuk menyeimbangkan hormon. Kalau terus dipaksa begadang, daya tahan turun,” kata.
Efek kurang tidur tidak hanya berpengaruh ke produktivitas, tapi juga berisiko menyebabkan kenaikan berat badan. Riset ilmiah menunjukkan bahwa jam tidur tidak teratur menurunkan metabolisme tubuh. Inilah alasan banyak orang cepat lapar setelah sering begadang.
Dari sisi mental, pola tidur tidak teratur juga mengacaukan suasana hati. Kelelahan mental berpotensi membuat seseorang sulit mengendalikan emosi.
Untuk mencegah dampak buruknya, ahli gaya hidup menyarankan agar mengatur waktu istirahat malam. Kurangi cahaya layar minimal 1 jam sebelum tidur. Gunakan aroma terapi agar otak siap beristirahat.
Jika pekerjaan menuntut, imbangi dengan tidur siang. Otak tidak bisa dipaksa terus aktif.
Istirahat teratur adalah bagian penting dari keseimbangan tubuh. Jangan abaikan sinyal tubuh, mulailah tidur cukup malam ini.
Kebahagiaan dimulai dari pola istirahat teratur. Begadang bukan tanda produktif, tapi kunci energi positif setiap hari.