Ketika dunia digital makin melekat pada keseharian, banyak orang mulai merasa jenuh dan kelelahan mental.
Istirahat dari layar gadget menjadi solusi populer.
Istilah digital detox digunakan untuk menggambarkan periode seseorang menjauh dari perangkat digital.
Tujuannya bukan menolak teknologi, tapi menemukan keseimbangan.
Psikolog menyebut fenomena ini sebagai reaksi alami terhadap kelelahan informasi.
“Setiap hari kita terpapar ribuan stimulus visual dan emosional,” kata pakar mindful behavior, Senin (10/11).
Komunitas mindful living di berbagai kota mendorong pegawai mengambil “offline day” secara rutin.
Program ini mencakup aktivitas seperti yoga, meditasi, journaling, dan waktu hening tanpa layar.
Memberi ruang jeda dari distraksi digital.
Pendekatan mindfulness sering dipadukan dengan praktik meditasi dan gratitude journaling.
Mindful living membantu menumbuhkan kesadaran dan empati terhadap diri sendiri.
Berdasarkan laporan World Wellness Index, lebih dari 60% responden merasa hidup lebih tenang setelah menjalani digital detox rutin.
Gerakan serupa kini mulai banyak diikuti generasi muda.
Praktisi mindfulness menekankan konsistensi lebih penting daripada durasi.
“Gunakan mode senyap saat makan atau istirahat,” jelas psikolog mindful living.
Seiring perubahan pola kerja dan gaya hidup, mindful living menjadi kebutuhan generasi modern.
Koneksi sejati dimulai ketika kita bisa hadir tanpa layar.